Senin, 08 Juni 2015

Literasi Kelas Awal (Membaca dan Menulis)



Perkembangan Literasi Kelas Awal (Membaca dan Menulis)

Tahap
Membaca
Menulis
Emergent

  • Memperhatikan lingkungan kelas yang kaya akan bahan cetakan.
  • Menunjukkan perhatian pada buku-buku.
  • Mencoba untuk membaca.
  • Menggunakan media gambar dan pola-pola yang dapat diprediksi dari buku untuk menceritakan kembali cerita.
  • Membaca ulang teks yang familiar dengan pola-pola yang dapat diprediksi.
  • Mengidentifikasi berbagai tulisan tentang nama-nama.
  • Mengenali 5-20 kata-kata yang familiar atau berfrekuensi tinggi.
  • Membedakan tulisan dengan gambar. 
  • Menulis huruf, seperti bentuk-bentuk tulisan cakar ayam.
  •  Mengembangkan pemahaman langsung. 
  • Menunjukkan perhatian pada tulisan.Menulis huruf pertama dan huruf akhir.
  •  Menulis 5-20 kata-kata yang familier atau sering muncul.Menggunakan kerangka kalimat untuk menulis kalimat.
Pemula

  • Mengidentifikasi nama-nama huruf dan bunyinya.
  • Memasangkan kata-kata yang diucapkan pada tulisan.
  • Menyamakan tulisan dengan bacaan.
  • Menggunakan permulaan, pertengahan, dan akhir dari bunyi bacaan (intonasi)
  • Memadukan pengetahuan dalam sistem bacaan yang benar.
  • Mengoreksi sendiri diantara bacaanMembaca dengan pelan tahap demi tahap
  •  Membaca ulang secara oral
  •  Menjelaskan inti bacaan
  • Menggunakan prediksi secara beralasan.
  • Menulis dari kiri ke kanan.
  • Dapat menulis sedikit atau banyak tulisan.
  • Menulis satu atau lebih kalimat.
  • Menambahkan judul.
  • Dapat mengeja banyak kata.
  • Menulis suku kata dari komposisi kalimat.
  • embiasakan penulisan huruf besar pada awal kalimat.Mengulang ucapan saat menulis.
  •  
Lancar
 

  • Dapat mengidentifikasi arti kata.
  • Membaca dengan ekspresi.
  • Membaca dengan jarak 100 kata per menit atau lebih.
  • Membaca dalam hati.
  • Mengidentifikasi kata-kata yang tidak familiar (asing).
  • Dapat menguatkan efektivitas variasi dalam bacaan
  • Dengan pengetahuan tekstur dapat mendukung pemahaman.
  • Menggunakan perbedaan pada saat membaca kata.
  • Membiasakan proses menulis sampai akhir
  • Menulis komposisi dengan lebih dari satu paragraf
  • Menambahkan infleksi pada akhir kalimat.
  • Mererapkan aturan penggunaan huruf besar
  • Dapat mengeja banyak kata
  • Menulis suku kata dari komposisi kalimat
  • Membiasakan penulisan huruf besar pada awal kalimat
  • Mengulang ucapan saat menulis


Rekomendasi Pembelajaran Literasi Kelas Awal

Membaca
Menulis
Tahap Emergent :
  • Memanfaatkan lingkungan yang kaya akan media cetak.
  • Menggunakan visual/gambar.
  • Membaca nyaring untuk siswa (membacakan).
  • Membaca cerita dari buku besar/bergambar.
  • Mendramatisasikan teks cerita dengan menggunakan bahasa.
  • Menggunakan alfabet secara rutin dalam pembelajaran.
  • Mengambil cerita anak dengan pendekatan pengalaman berbahasa.

Tahap Emergent :
  • enulis menggunakan krayon dan pensil.
  • Mempelajari teknik-teknik menulis (cara memegang pensil, jarak mata, dan posisi tubuh).
  • Menulis interaktif dalam kelompok besar dan kecil.
  • Menulis nama, tanggal setiap kegiatan pembelajaran.
  • Menulis kata-kata familiar yang ada di dalam kelas dalam bentuk daftar.
  • Menjaga ingatan apa yang ditulis untuk kemudian dapat dibaca kembali.
Tahap Pemula:
  • Membaca peta, cerita bergambar, atau lagu untuk memahaminya.
  •  Membaca leaflet.
  •  Membaca ulang buku yang sudah dibaca.
  •  Membawa buku untuk dibaca bersama orang tuanya.
  • Mempelajari 100 kata-kata yg sering muncul.
  • Menemukan teks cerita atau buku-buku informasi.
  • Belajar memprediksi, menghubungkan, kroscek dan strategi lainnya.
  • Membelajari elemen struktur cerita.
  • Siswa memiliki tulisan dalam membaca dan berpartisipasi dalam percakapan.
Tahap Pemula:
  • Menulis interaktif dalam konteks menulis bahasa tulisan.
  • Menghasilkan persiapan harian untuk menulis berbagai variasi tujuan dan menggunakan genre yang berbeda.
  • Mengembangkan proses menulis
  • Mengembangkan gagasan tunggal dalam karangannya.
  • Menyiapkan pra-menulis karangan.
  • Menuliskan 100 kata-kata yang sering muncul.
  • Menulis singkatan.
  • Menulis dengan memperhatikan huruf besar.

Tahap Lancar
  • Berpartisipasi dalam siklus sastra.
  • Berpartisipasi dalam bengkel membaca.
  • Mempelajari tentang genre dan fitur teks lainnya.
  • Melibatkan anak dalam menulis dan study genre.
  •  Memahami teks dan membedakan dengan teks lainnya.
  •  Menggunakan kecakapan siswa dalam strategi pemahaman.
  • Mengapreasiasi buku-buku melalui diskusi dan tulisan.
Tahap Lancar
  • Berpartisipasi dalam bengkel menulis.
  • Menggunakan proses menulis.
  • Merevisi dan mengedit tulisan.
  • Keterampilan memparagrafkan teknik pengucapan.
  • Menemukan sinonim, homonim, akar kata, afiks, menggunakan kamus, dan ensiklopedi.


Seri Pengelolaan Pembelajaran yang Efektif




Karakteristik Pengelolaan Pembelajaran yang Efektif

  1.  Pengelolaan kelas yang bervariasi (klasikal, kelompok/berpasangan, dan individual)

  • Klasikal: di awal pembelajaran dalam apersepsi, pemberian tujuan, dan penugasan; di bagian akhir dalam  perumusan kesimpulan/rangkuman dan pemberian konfirmasi.
  • Kelompok/berpasangan: untuk kerja kooperatif (misalnya diskusi pemecahan masalah bersama, berbagi informasi, tutor sebaya)
  • Individu: dilakukan pada bagian inti berupa pemberian tugas kreatif sesuai potensi individu siswa. Pengelolaan individu juga dilakukan pada proses penilaian pencapaian kompetensi.

2.  Strategi pembelajaran yang mengaktifkan semua siswa, menumbuhkan kreativitas, merangsang untuk berpikir, berbuat, yang efektif mencapai tujuan, dan menyenangkan (tidak membuat anak stres/tertekan/takut salah).
3.  Pemberian tugas yang bermakna, yaitu:

  • memotivasi dan menantang untuk belajar,
  • memberi ruang kepada setiap siswa untuk menggali informasi dan menuangkan gagasan sebagai bentuk aktualisasi pemikiran,
  • mendorong siswa menghasilkan karya yang bervariasi (siswa berani menampilkan karyanya dalam berbagai bentuk) sesuai tujuan dan kompetensi yang ditetapkan,
  • kualitas tugas sesuai dengan bentuk pengelolaan kelas,
  • siswa difasilitasi untuk bertanggungjawab terhadap pencapaian kompetensi.
Alur pengelolaan pembelajaran yang efektif, antara lain dapat berwujud sebagai berikut: (Halaman berikutnya)



Alur Pengelolaan Pembelajaran yang Efektif


Klasikal
:
  1. Apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran,  dan pemberian tugas yang bermakna
Kelompok
:
2.     Mencari, membahas, mengorganisasi informasi secara kooperatif
3.     Saling melaporkan informasi secara lisan, menerima umpan balik, menyusun tugas kelompok
Individu
:
4.     Menulis laporan/hasil karya perorangan (draf)
5.     Membahas hasil karya sendiri dengan meminta masukan teman dan memperbaikinya
Klasika
:
6.     Presentasi hasil karya siswa dan diskusi
7.     Kesimpulan, penguatan, pemberian informasi lebih lanjut oleh guru
8.     Penilaian hasil karya siswa