Minggu, 11 Februari 2018

MEMBUAT PROGRAM MEMBACA DI KELAS LANJUTAN


STRUKTUR PROGRAM MEMBACA DI KELAS

A.       Mengenalkan Apa dan Bagaimana Program Membaca kepada siswa
Nama kegiatan
Diskripsi
1.   Melibatkan siswa
a. Perkenalan dan Harapan
b. Mengenal & Merawat Buku
c. Membangun Tata Tertib
d. Memecahkan Masalah
Di kegiatan ini dikenalkan program membaca, hak dan kewajiban sekolah terhadap program ini, Surat Tanda Terima Buku (STTB), daftar inventaris buku, cara mengajak siswa merawat buku, mulai dari menyampul, membuat tata tertib terhadap buku, dan memecahkan masalah jika terjadi pelanggaranan tata tertib.
2.     Treasure Hunt
Permainan awal yang disebut dengan “ Berburu Harta Karun” Menebak judul buku dengan kata – kata yang ditulis pada kartu ide, kata berasal dari isi buku,
3.     Mengapa Membaca
Melakukan survey membaca, mengkaji mengapa minat baca penduduk Indonesia rendah, meningkatkan minat baca dengan membuat Book Talk
4.     Book Talk
Apa kata buku ?
Anak – anak diminta membaca sekilas kemudian menuliskan 1 – 2 kalimat yang menarik pada buku tersebut. Tulisan tersebut diharapkan menjadi alat untuk mempromosikan buku. Sebaiknya diletakkan ditempat yang mudah dibaca oleh siswa.
5.     Sutained Silent Reading (SSR)
Mempraktekkan Membaca Berkesinambungan dengan Hening dan menyepakati waktu pelaksanaan di sekolah

B.       Mengintegrasikan Membaca melalui Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di kelas
Kegiatan
Diskripsi
  1. Memahami Taksonomi Bloom dalam  PAKEM
·      Mengenalkan piramida pembelajaran, Guru membacakan cerita dengan cepat kemudian membrir 3 pertnyaan mudah sedang dan sulit,
·      Bermain kartu (matching game) untuk mengidentifikasi tingkatan berfikir pada taksonomi Bloom.
·      Memilih buku dan mempelajari kemudian mebuat pertanyaan, atau contoh kegiatan untuk siswa dari buku yang dipilih sesuai dengan taksonomi Bloom.
·      Mencobakan kegiatan yang sesuai dengan taksonomi Bloom dengan mempelajari buku Di Lautan untuk membuat diorama “ ekosistem Pinggir Pantai “ dan buku Rumah Hewan untuk membuat diorama ‘ Ekosistem di Pohon”
·      Setelah menyelesaikan diorama, Guru memberikan lembar Piramida Pembelajaran, bahwa kegiatan di atas akan sangat mempengaruhi daya ingat siswa, refleksikan apa yang telah Siswa lakukan dan tanyakan mencapai taksonomi Bloom atau tidak.
  1. Grab Bag
Membaca dan menulis kata kunci dari buku, kata-kata dimasukkan dalam tas yang diberi nama “ Grab Bag”. Membuat grab bag, dan menebak grab bag. ( permainan kantong misteri / ambil isi tas )
  1. Membacakan Cerita, Membuat Cerita dan Piramida Cerita
Mengajari siswa membuat buku cerita dengan kagiatan membacakan cerita di depan kelas. Siswa Membuat buku cerita sederhana. Siswa duduk dalam kelompokkan beranggota 4 – 5 siswa. Masing – masing kelompok membuat Piramida Cerita dan mebacakan/menceritakan cerita.

C.         Mengembangkan Program Membaca di Lingkungan Kelas
  1. Menciptakan Perpustakaan Kelas 
Mengatur buku – buku dikelas,
Membaca artikel pengelolaan perpustakaan kelas
  1. Menciptakan Lingkungan kelas yang Literat
Merancang kelas yang dipenuhi dengan karya siswa dalam bentuk tulisan atau gambar.

D.         Mengembangkan program membaca dengan melibatkan stakeholder sekolah
Kegiatan
Diskripsi kegiatan
  1. Keikutsertaan Orang Tua dan Strateginya
Mendiskusikan keterlibatan orang tua dalam menumbuhkan minat baca di kelas.
Mempresentasikan praktek – praktek terbaik yang bisa dilakukan orang tua dalam meningkatkan minat baca
  1. Membangun Ide dan Aktivitas Tambahan
Mengujicoba, aktifitas tambahan untuk meningkatkan mint baca di kelas dan dirumah.
Sebaiknya sekolah memberikan contoh – contoh kegiatan yang bisa digunakan oleh oran tua siswa untuk membantu budaya baca di rumah.




MEMBUAT PROGRAM MEMBACA DI KELAS


 A. Minat Baca di Indonesia

Meskipun rendahnya minat baca, sering  diseminarkan, disikusikan bahkan ditulis di berbagai media masa, tetap saja topik ini sangat manarik dibahas. Usaha pemerintah dibantu Guru, Pustakawan, Penulis, Media masa dan Gerakan Cinta Buku, ternyata belum berhasil baik. Padahal jika dicermati penerbitan majalah dan koran, dalam sepuluh tahun terakhir jumlah nama/judulnya sangat meningkat tajam. Mestinya semakin banyak penerbitan Koran dan majalah, maka akan berimbas pada peningkatan minat baca terhadap buku. Sayangnya, peningkatan minat baca ini hanya terjadi pada masyarakat terhadap koran dan majalah saja.
Pertanyaannya bagaimana minat baca anak-anak kita apakah senang membaca, berapa buku yang bias dibaca setiap hari, bagaimana hasilnya ? tentu kita harus meneliti.

  1. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat minat baca
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan bisa menghambat masyarakat untuk mencintai dan menyenangi buku sebagai sumber informasi layaknya membaca koran dan majalah, yaitu:
a.     Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan dan mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di kelas.
b.    Banyaknya hiburan TV dan permainan di rumah atau di luar rumah yang membuat perhatian anak atau orang dewasa untuk menjauhi buku.
c.     Sebenarnya dengan berkembangnya teknologi internet akan membawa dampak terhadap peningkatan minat baca masyarakat kita, karena internet merupakan sarana visual yang dapat disinonimkan dengan sumber informasi yang lebih abtudate,   tetapi hal ini disikapi lain karena yang dicari di internet kebanyakan berupa visual yang kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.
d.    Banyaknya tempat-tempat hiburan seperti taman rekreasi, karaoke, mall, supermarket dll.  
e.    Budaya baca masih belum diwariskan oleh nenek moyang kita, hal ini terlihat dari kebiasaan Ibu-Ibu  yang sering mendongeng kepada putra-putrinya sebelum anaknya  tidur dan ini hanya diaplikasikan secara verbal atau lisan saja dan tidak dibiasakan mencapai pengetahuan melalui bacaan.
f.      Para ibu disibukan dengan berbagai kegiatan di rumah/di kantor serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga, sehingga waktu untuk membaca sangat minim.
g.     Buku dirasakan oleh masyarakat umum sangat mahal dan begitu juga  jumlah perpustakaan masih sedikit dibanding dengan jumlah penduduk yang ada dan  kadang-kadang letaknya jauh.
             
             C.Apa Program Membaca di Kelas
Program membaca pertama kali dikenalkan DBE2 USAID dengan tujuan  menggalakkan budaya baca di kelas pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Sekolah menyadari bahwa dengan membagikan buku-buku bacaan ke tiap-tiap sekolah belum menjamin bisa meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Oleh sebab itu diperlukan langkah nyata untuk mewujudkan budaya baca yang benar-benar bisa dilaksanakan.
Program ini juga bisa dirancang menjadi pelatihan yang ditujukan kepada para guru untuk mening­katkan kemampuan dan kebiasaan membaca siswa.
Program Membaca ini terdiri dari dua komponen utama: membekali kelas dengan buku dan materi baca (perpustakaan kelas), dan pelatihan pengembangan kompetensi untuk guru dalam menggunakan buku serta ma­teri baca di dalam pembelajaran. Buku yang digunakan adalah buku-buku yang dimiliki sekolah yang sudah dikelompokkan ke dalam kategori.
Agar mudah mengenali buku-buku tersebut dikelompokkan kedalam empat kategori bacaan: pengetahuan alam; sejarah, geografi dan budaya; pendidikan moral; serta legenda dan dongeng-dongeng binatang (fabel). Sebuah program untuk meningkatkan minat baca pada siswa Sekolah Dasar (kelas 1 – 3) melalui pengadaan bahan bacaan tambahan dan pengembangan profesional para guru untuk menciptakan kegiatan belajar aktif di kelas dengan menggunakan bahan- bahan bacaan tersebut.
           
         D. Bagaimana program ini akan berjalan?
1.    Program membaca  diawali dengan mengumpulkan semua buku yang dimiliki sekolah, baik buku baru maupun buku lama. Buku – buku tersebut ditata ulang diiventaris dan diklasifikasi berdasarkan kelompok sains, pengetahuan social, seni budaya, agama, moral/budi pekerti.
2.    Melibatkan siswa dalam mengelola buku sebagai bagian dari program baca.
3.    Membekali guru-guru dengan keterampilan untuk mengintegrasikan buku-buku bacaan kedalam kegiatan pembelajaran aktif melalui pengembangan professional.
4.    Melibatkan peran serta orang tua dalam kegiatan membaca sehingga diperoleh proses berkesinambungan di sekolah ataupun di rumah. Pendampingan pelaksanaan program membaca di dalam kelas.

Kamis, 14 Juli 2016

Bagaimana dengan Pendidikan Kita


Prof. Ng Aik Kwang
dari
University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001)  yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang :
  1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.
  2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu.  Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yg wajar.
  3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal  rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.
  4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit- sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
  5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.
  6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibatnya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.
  7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.
  8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta Asia jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.
Dalam bukunya Profesor Ng Aik Kwang *menawarkan beberapa solusi* sebagai berikut:
  1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
  2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.
  3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika.  Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihafalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.
  4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.
  5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
  6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!
  7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan...sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita _untuk menemukan passionnya dan mensupportnya. 

Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi_

Selasa, 28 Juni 2016

TIPS YANG SANGAT BERMANFAAT UNTUK BAPAK IBU GURU AGAR DI SAYANGI OLEH PARA SISWANYA .

Share dari Kawan

Gambar Ilustrasi


Menjadi seorang guru memang banyak tuntutan , terutama dari kualitas guru dalam mendidik siswa , namun terkadang guru tidak di hormati siswanya, semoga dengan informasi ini bisa membuat bapak ibu guru menjadi guru yang unggul dan luarbiasa .
Jabatan guru adalah profesi pilihan, bukan anugerah! Maksudnya? Untuk menjadi seorang guru anda harus melalui dan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan misalnya kualifikasi pendidikan yang dimiliki harus jenis pendidikan ‘ilmu keguruan’.
Jarang sekali atau mungkin belum pernah terjadi ada orang yang menjadi guru karena mendapat anugerah atau pemberian orang lain. Seandainya pun ada, toh si calon guru juga yang harus memilih bersedia atau tidak untuk menerima jabatan itu.
Setelah menjadi seorang guru anda harus mengetahui atau bila perlu memiliki ciri-ciri guru yang paling disukai siswa. Berikut ini adalah 8 ciri guru yang paling disukai siswa. Maaf, ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah kualami sendiri.
1. Mudah tersenyum
Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut di selingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda !
2. Humoris

Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap fresh.
3. Menguasai bahan ajar

Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?
4. Menjawab semua pertanyaan siswa

Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita .
5. Berpenampilan menarik

Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.
6. Menyampaikan materi lewat permainan

Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.
7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan 

Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang lamloud (lambat louding).
8. Bertanggung jawab (berwibawa)
Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendur. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka.
Masih banyak lagi ciri-ciri guru yang di sukai siswa selain yang  di atas. Karena Masing-masing guru tentu punya cara tersendiri yang unik agar disukai siswa. Bagaimana dengan anda? (gurukelas) .
Semoga Informasi di atas ada manfaatnya terutama anda sebagai pendidik,  selamat menjalankan ibadah puasa , semoga puasanya lancar amin .

Selasa, 21 Juni 2016

ATURAN BARU TENTANG MASA ORIENTASI SISWA BARU MENGACU PADA PERMENDIKBUD NOMOR 18 TAHUN 2016

Sebentar lagi memasuki masa Orientasi Siswa Baru tahun pelajaran 2016/2017. Agar tercipta kondisi yang kondusif saat masa Orientasi Siswa Baru (MOS), pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru serta pihak lainnya harus memahami *Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016* tentang *Pengenalan Lingkungan Sekolah*.

Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah ini menggantikan kebijakan terkait Masa Orientasi Siswa yang selama ini rentan menjadi tempat tindak kekerasan terjadi. Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 ini mengatur sanksi yang mengikat bagi ekosistem pendidikan yang ada di Satuan Pendidikan.
Dengan adanya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai pada tahun pelajaran 2016/2017 *masa Orientasi Siswa Baru* berubah namanya menjadi masa *Pengenalan Lingkungan Sekolah*

Sesuai Pasal 5 ayat 1 permendikbud No 18 tahun 2016 dinyatakan bahwa Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah harus dilakukan oleh guru serta dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara.
Berdasarkan Lampiran III Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 secara tegas sekolah *DILARANG MEWAJIBKAN* siswa baru untuk memakai atribut sebagai berikut:
  1. Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.
  6. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
 Selanjutnya Berdasarkan Lampiran III Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dinyatakan secara tegas dalam masa Orientasi siswa Baru atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah DILARANG melakukan aktivitas sebagai berikut
  1. Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.
  2. Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).
  3. Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.
  4. Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
  5. Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  6. Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Baca selengkapnya dan Download Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Selasa, 14 Juni 2016

"ORANG ATHEIS" (Copas WA)

 AL-KISAH INSPIRATIF

Pertanyaan Siapa Yang Menciptakan Allah" ??? Pemuda Ini Beri Jawaban Yang Sangat Mengejutkan Ummat Islam. Ada seorang atheis yang memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yang hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justeru perbincangan ini tidak akan menghasilkan apa-apa...
Pertanyaan atheis itu adalah:
  1. Siapa yang menciptakan Allah?? Bukankah semua yang ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??
  2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal....
  3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??
Tidak ada satupun jamaah yang bisa menjawab, kecuali seorang pemuda. Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :
  1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal??  Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..
  2. Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"
  3. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??
  4. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yang sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??
  5. Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...
Pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yang terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..
Itulah pemuda yang Islami, pemuda yang berbudi tinggi, berpengetahuan luas, berfikiran bebas... tetap terbingkai manis dalam indahnya aqidah... Ada yang berkata bahwa pemuda itu adalah Imam ABU HANIFAH muda. Rahimahullahu Ta'ala.

TEBARKAN KEBAIKAN WALAU KITA BUKAN ORANG BAIK.
SEMOGA BERMANFAAT😘

Kamis, 09 Juni 2016

BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR

BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR
 
Kewajiban puasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada manusia saja. Beberapa jenis makhluk hidup melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya. Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.
Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat takwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.

A. PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala. Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

B. PUASA ULAT
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya. Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.

Kesimpulan:
Semoga ibadah puasa kita mampu menghijrahkan diri kita agar semakin takwa dan mampu khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).