Senin, 25 Juni 2012

MENATA PAJANGAN KELAS


Bagaimana Menata Pajangan?
Penataan pajangan salah satu bentuk penataan kelas agar kelas tampak lebih indah, hidup dan kaya akan sumber belajar. Banyak hal yang bisa dipajang diantaranya hasil karya siswa, hasil karya guru dan barang cetak jadi yang dibeli dan bermanfaat bagi siswa. Penataan pajangan hasil karya siswa adalah upaya untuk memberikan penghargaan kepada hasil kerja mereka. Siswa juga terus termotivasi membuat karya yang lebih baik. Oleh sebab itu keterampilan menata hasil karya siswa sangat dibutuhkan oleh para guru. Kepala sekolah diharapkan dapat menjadi motivator dalam kegiatan ini. Sebagai bahan pertimbangan penataan hasil karya siswa, dibawah ini terdapat rambu – rambu yang dapat dijadikan pertimbangan oleh para kepala sekolah dan guru di sekolah.
a.    Mengapa perlu ada pajangan di kelas ?
  • Membuat kelas lebih menarik
  • Anak mudah mendapat gagasan dari apa yang dipajangkan
  • Yang dipajangkan adalah contoh yang baik untuk diikuti atau ditiru oleh anak lainnya.
  • Pajangan memotivasi anak yang pekerjaannya dipajangkan dan juga memotivasi anak yang lain untuk mengerjakan hal yang sama.
b.    Apa saja yang bisa dipajang? Hasil kerja anak apa saja yang akan dipajang?
  • ulisan anak seperti cerita, karangan, puisi, laporan, buku yang dibuat oleh anak, model, grafik, gambar, dan hasil kerajinan atau kesenian.
  • Hasil pekerjaan anak yang menunjukkan ada unsur kreativitas dan menarik untuk dilihat dan dibaca sebaiknya dipajangkan.
  • Contoh-contoh hasil kerja anak yang baik untuk dipajangkan
  • Kadang-kadang hasil kerja anak yang menunjukkan perubahan bagi anak lambat sehingga  memotivasi mereka
  • Gambar, bagan, diagram, dan benda-benda yang relevan dengan kegiatan yang sedang dibahas di kelas.
  • Bahan, sumber belajar, dan peralatan yang sedang digunakan untuk kegiatan belajar.
  • Alat bantu hasil karya guru
  • Produk cetak jadi yang dibeli tetapi masih sesuai dengan materi pelajaran.
c.    Apa yang seharusnya tidak dipajang?
  •  Latihan rutin
  • Hasil kerja yang kurang benar atau tidak bagus untuk contoh, misalnya tidak rapih atau tidak dikerjakan dengan hati-hati.
d.    Bagaimana cara menata pajangan?
  • Mudah dibaca oleh anak (tidak terlalu tinggi)
  • Pekerjaan anak hendaknya dipajangkan secara individual dengan demikian dapat dibaca dengan mudah. Pajangan sebaiknya tidak bercampur dengan yang lain atau tidak dalam bendelan.
  • Yang dipajangkan hendaknya dalam keadaan bersih, rapih, dan menarik.
  • Benda yang dipajangkan dapat ditempel di dinding, digantung di langit-langit ruangan, atau diatur di atas meja pamer.
  • Pajangan dapat diberi judul yang menarik dan mendorong untuk baca.
e.    Kriteria apa yang digunakan untuk memajangkan hasil kerja anak.
  • Apakah menarik bagi yang lain untuk dibaca?
  •  Apakah contoh yang baik?
  •  Apakah mengundang /menggoda orang untuk memperhatikannya?
f.     Berapa lama/kali pajangan harus diganti?
  • Ketika sudah tidak menarik lagi
  • Telah menjadi kotor
  • Sudah ganti dengan tema baru
Catatan: Tempat pajangan tidak perlu dikhususkan (diberi label) untuk mata pelajaran tertentu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar