Kamis, 28 Juni 2012

TIGA LANGKAH TINGKAT MINAT SISWA DALAM MEMBACA


LANGKAH KE TIGA
Menciptakan perpustakaan kelas sederhana dan melibatkan orang tua untuk membudayakan baca siswa 

Menciptakan perpustakaan kelas
Langkah Kegiatan
  1. Guru menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini akan didiskusikan cara untuk mengelola dan mengembangkan strategi untuk mengatur sumber bahan bacaan di kelas.
  2. Guru menjelaskan bahwa mengelola buku dikelas (library kelas) sangat erat kaitannya dengan masalah inventarisasi, pendataan dan pengaturan.
  3. Guru memberikan contoh kasus untuk dipecahkan
 Kasus 1:
  • Jika sebuah sekolah memiliki hanya satu Kelas 1, satu Kelas 2 dan satu Kelas 3, maka setiap paket buku akan disimpan dimasing-masing kelas.
  • Jika sebuah sekolah memiliki lebih dari satu kelas 1, maka paket buku untuk kelas 1 akan dibagi sesuai jumlah kelas dan di sirkulasikan secara berkala.
  • Perlu di ingat bahwa guru mungkin akan menyimpan beberapa buku untuk kegiatan Grab Bag, dan merahasiakan beberapa cerita untuk sementara waktu.  
  • Guru meminta Siswa bekerja dalam kelompok dan menyiapkan strategi terbaik yang akan diterapkan oleh masing-masing sekolah untuk hal-hal dibawah ini.
           
 Kasus 2:
  • Memiliki lebih tiga Kelas 1 dan tiga Kelas 2. Bagaimana mengatur buku-buku yang ada?
  • Bagaimana mengatur buku di dalam kelas. Apakah disimpan di lemari, dibiarkan di dalam kotak buku atau pajang? Jika buku-buku akan dipajang, berapa buah dan berapa lama? Seberapa sering buku-buku itu akan diganti?
  • Kapankah siswa di izinkan untuk membaca buku? apakah hanya waktu SSR atau setiap saat. Pikirkan kelebihan dan kekurangannya. Mengingat kondisi siswa di sekolah masing-masing.
Catatan:
Beberapa point yang harus di ingat adalah tujuan pengadaan buku di dalam kelas adalah untuk memberikan akses kepada siswa untuk
membaca buku dengan mudah. Tentu saja hal ini banyak tantangannya. Sehingga sangat penting untuk selalu mengacu pada tata tertib penggunaan buku yang telah di bahas di Hari Pertama.
  • Untuk mengulas kembali Tata Tertib yang telah dibangun di Modul 1 pelatihan, Guru memberikan kembali contoh kasus.  
Kasus 3:
  1. Joko adalah siswa kelas 2 yang sangat aktif dan selalu bersemangat untuk membaca. Ketika SSR, tanpa sengaja ia membalik halaman terlalu cepat dan merobek buku. Ia menangis karena diadukan oleh teman-temannya. Apa yang sebaiknya kita lakukan?
  2.  Indah adalah siswa kelas 3 yang sering mengganggu teman-temannya. Suatu ketika ia sedang kerja kelompok bersama teman-temannya dan dengan sengaja menggambar di dalam buku yang ia pegang. Seorang anak mengadukan hal tersebut pada guru. Apa yang sebaiknya kita lakukan
Guru kemudian melanjutkan dengan memperkenalkan cara melakukan pencatatan untuk
o   Peminjaman buku di kelas
o   Buku catatan membaca harian 

b. Melibatkan orang tua untuk menciptakan budaya baca di rumah
            Langkah Kegiatan
  1. Guru menanyakan mengapa kegiatan membaca di rumah perlu dilakukan?
  2. Guru memberikan contoh jurnal membaca di kelas dan memberikan ide kegiatan yang bisa dilakukan siswa dan bersama keluarga di rumah.
  3. Orang tua siswa diminta untu bekerja dalam kelompok untuk membangun kegiatan membaca dirumah. Jadwal kegiatan, jenis-jenis kegiatan yang diminta.
  4. Orang tua siswa diminta untuk membuat buklet jurnal membaca sesuai kegiatan yang diinginkan. Orang tua siswa diberikan waktu 20 menit untuk membangun kegiatan membaca dirumah.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan ini 
  •  Tentukan seberapa sering kegiatan ini akan dilakukan? Seminggu sekali? 2 minggu sekali? Atau seminggu 2x?
  • Tetapkan dan informasikan kepada siswa berapa lama mereka boelh meminjam buku untuk dibawa kerumah? Selama akhir pekan? Selama seminggu paling lama?
  • Putuskan juga apakah guru akan meminjamkan siswa buku ketika liburan sekolah tiba? (tidak pada liburan kenaikan kelas karena guru yang berganti)
  • Tentukan kegiatan apa saja yang guru ingin siswa lakukan. Ciptakan buklet jurnal yang sesuai.
  • Informasikan kepada orang tua tentang kegiatan ini. Tulislah surat atau undang orang tua kesekolah untuk sosialisasi.
  • Bimbing siswa untuk memilih buku yang tepat sesuai kemampuan baca mereka.
  • Luangkan waktu untuk bertanya ke siswa tentang pengalaman mereka membaca mereka dirumah. Kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk terus memantau dan memotivasi siswa untuk semakin rajin membaca buku.
  • Guru memberikan handout ‘Reading Adventure’ (Petualangan Membaca).
Orang tua siswa diminta untuk membaca  petualangan membaca dan bekerja dalam grup untuk membahas apakah kegiatan ini mungkin untuk dilakukan? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan Program Membaca di Kelas
Program membaca di kelas dirancang dan disesuaikan dengan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Aktiftas yang dilakukan merangsang siswa berfikir tingkat tinggi. Alat peraga yang digunakan sederhana, mudah didapat dan dekat dengan lingkungan anak.

Hasil yang dicapai
Jika program membaca di kelas bisa dilakukan guru secara rutin, manfaat yang dapat diperoleh adalah; a) Kreatifitas guru dalam mengembangkan pembelajaran meningkat dan berkualitas ;  b) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa,  c) Sumber belajar yang berupa buku bacaan tersedia di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar