Senin, 11 Juni 2012

PENDAMPINGAN PEMBELJARAN


PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN
TINGKAT SEKOLAH / GUGUS


1.      Latar Belakang
Suksesnya setiap pelatihan di daerah binaan gugus tidak terlepas dari peran serta dan dukungan dari Guru PBS dan Pengawas, maka kontribusi guru PBS & Pengawas dengan menjadi fasilitator dan pendamping dalam setiap pelatihan menjadi penting dan sangat membantu Staff lapangan. Mereka tidak hanya aktif menjadi fasilitator dalam setiap kegiatan pelatihan dan lokakarya, tetapi juga menjadi rekan / mentor sebaya yang sangat aktif dan produktif di dalam setiap kegiatan pendampingan rutin maupun pasca pelatihan. Pendampingan merupakan ciri khas proyek peningkatan mutu pembelajaran dan sangat diperlukan dalam menindak lanjuti pelatihan – pelatihan..
Dengan keterlibatan guru PBS dan pengawas di gugus / daerah.  di dalam pendampingan (rutin / pasca pelatihan) diharapkan dapat menarik minat mitra dan pemangku kepentingan di setiap Kabupaten / Kota untuk mengadopsi, mengembangkan atau menggunakan produk-produk yang dibuat suatu lembaga ke gugus – gugus yang ada di Kabupaten / Kota masing – masing. Keberlangsungan program-program pengembangan profesi guru dapat terus berjalan, melalui kegiatan pendampingan dan program seperti desiminasi dan replikasi.
2.          Bentuk pendampingan
  1. Pasca pelatihan di KKG
    • Sebagai bagian dari paket pelatihan Gugus
    • Fokus pendampingan sesuai dengan paket pelatihan terkait
  2. Rutin
















































































































































































3. Tujuan pendampingan
Tujuan utama dari pendampingan sekolah adalah untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada para guru pada saat mereka mencoba untuk mengimplementasikan apa yang mereka dapat dari pelatihan.
Tujuan-tujuan pendampingan antara lain sebagai berikut:
·         Memberi motivasi kepada guru dalam melaksanakan PAKEM.
·         Memberi contoh pembinaan profesional kepada pengawas, kepala sekolah dan pembina lainnya.
·         Memberikan pengalaman langsung dan bekal yang lebih baik kepada guru dalam melaksanakan PAKEM.
·         Melakukan inovasi dalam pembelajaran.
·         Meningkatkan penguasaan konsep pembelajaran
·         Media konsultasi bagi guru
·         Peningkatan kemitraan antara gur, kepala sekolah, dan pengawas.
·         Memperdalam teknik dalam membuat rencana pendampingan di sekolah dan strategi sehingga pendampingan dapat dilaksanakan secara efektif (termasuk membuat proposal pendanaan)
·         Membentuk tim ( Guru PBS, dan Pengawas / pemangku kepentingan) yang solid di daerah gugus binaan, untuk menunjang kesuksesan pendampingan rutin dan pasca pelatihan (KHUSUS UNTUK PENDAMPINGAN PASCA PELATIHAN)
·         Membanguan semangat kemitraan
·         Membangun dan mengembangkan kapasitas guru dalam proses pembelajaran
4.       Hasil yang diharapkan dari pendampingan
  • Pendamping dan terdamping (Guru) memiliki pemahaman yang sama tentang PAKEM
  • Terdamping (Guru) termotivasi untuk meningkatkan kemampuan diri (skill dan wawasan) dalam pembelajaran.
  • Kempampuan terdamping dalam menerapkan PAKEM lebih meningkat
  • Terciptanya hubungan kemitraan antara pendamping dan terdamping (Guru)
Terdamping
1.       Adalah guru – guru di sekolah dasar atau lanjutan
 Pendamping (pendampingan rutin & pasca pelatihan)
1.       Guru PBS
2.       Pengawas
3.       Kepala Sekolah
5.       Alat dan Bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan pendampingan
  1. Jadwal pendampingan
  2. Format pendampingan (Lembar Observasi)
  3. Perangkat Pembelajaran (RPP, Silabus, LKS, Media Belajar, Format Penilaian, dll)
  4. Siswa
  5. Tampilan Kelas
6.       Tahap – Tahap Pendampingan
  1. Pra Pendampingan
·         Membuat kesepakatan antara guru dengan pendamping tentang fokus, waktu, dan cara pendampingan.
·         Dimaksudkan untuk memastikan kesiapan guru dalam pembelajaran.
·         Penjadwalan  pra pendampingan ini ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama.
  1. Pelaksanaan Pendampingan
·         Mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, pencatatan.
  1. Refleksi Pasca Pendampingan
·         Mendiskusikan hasil obersvasi
·         Merumuskan rencana perbaikan hasil dari observasi
·         Menyepakati jadwal pendampingan berikutnya
Semua tahapan dilakukan dengan prinsip: kepercayaan, kesejawatan, keterbukaan, terarah, dan antusias.
7.       Fungsi Pendampingan
  • Memantau sejauh mana PAKEM telah diterapkan.
  • Meningkatkan potensi, kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan PAKEM.
  • Membantu guru menemukan masalah pembelajaran dan mencari pemecahannya.
  • Berbagi pengalaman & memotivasi guru untuk lebih kreatif dalam mengembangkan variasi pembelajaran
  • Sharing pendapat untuk meningkatkan kemitraan interaktif (guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah).
  • Memberi pengahargaan kepada guru , KS dan PS memberi contoh model PAKEM konkret di kelas.
  • Meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru.
  • Bersama-sama mengevaluasi proses pembelajaran untuk menemukan kelebihan dan kekurangan agar tercapai pembelajaran yang lebih baik.
8.       Etika Pendampingan
·      Menjelaskan dengan cara yang menyenangkan tujuan dilaksanakannya pendampingan (rutin / pasca pelatihan)
·      Bersikap ramah dan mau menerima/menampung segala saran dsb.
·      Beri penekanan pada kekuatan dan kelebihan yang dimiliki, dan bukan pada kelemahannya, bantulah para guru dan pembina sekolah untuk dapat memahami masalah dan tantangan berikut solusinya.
·      Cobalah untuk tidak merasa bahwa anda berada di posisi yang lebih tinggi/lebih baik dibandingkan orang yang anda bantu, anda dapat bersikap sebagai rekan kerja atau teman.
·      Tunjukkan niat anda untuk membantu, dan bukan untuk mendikte ataupun menghakimi seseorang.
·      Ucapkan terima kasih diakhir kegiatan pendampingan
9.       Prosedur Pendampingan
Pendampingan pembelajaran dilakukan satu hari setelah pendamping mendiskusikan tentang rencana pembelajaran. Pendamping masuk kelas dan mendampingi guru yang sedang mengajar. Hal-hal yang dilakukan selama KBM berlangsung:
·         Mengamati secara langsung proses KBM.
·         Mencatat berbagai temuan dalam pembelajaran
·         Mengamati pajangan yang ada
·         Mengamati model pengelolaan kelas
·         Melakukan interaksi dengan siswa
·         Kalau perlu memberikan masukan secara santun tanpa mengambil alih tugas utama guru.
10.    Tugas-tugas Pendampingan
·         Memberi motivasi, memuji, meberikan penguatan.
·         Menyampaikan temuan-temuan positif terlebih dahulu, baru kemudian menyampaikan beberapa kekurangan / kelemahan guru dalam mengajar.
·         Bersama  guru menganalisis kemampuan apa saja yang dikembangkan pada diri siswa, dan kemampuan apa yang masih belum dikembangkan.
·         Membahas pengelolaan kelas dan dampaknya, misalnya sejauh mana siswa aktif (seluruh, sebagian, sepanjang waktu atau sebentar)
·         membahas pengelolaan waktu misalnya apakah guru terlalu banyak memberikan informasi sehingga siswa kekurangan waktu untuk berkarya.
·         mendiskusikan temuan lain seperti jenis pertanyaan yang diajukan guru/ siswa, bantuan terhadap siswa yang menemui kesulitan mengerjakan tugas, suasana dan disiplin kelas, dan hal-hal lain yang dianggap perlu.

11.    Tips pemberian motivasi
Studi Kasus:
Kendala dan Masalah
Alternatif pemecahan Masalah
Bagaimana dengan guru yang mau pensiun
·         Bapak / ibu masih berkesempatan memberi contoh sebagai guru senior yang sangat berpengalaman.
·         Bisa jadi ini menjadi prestasi terkahir dan terbaik yang bapak / ibu bisa berikan kepada dunia pendidikan.
·         Pensiun bukan sebagai akhir dari sebuah karya, tapi merupakan langkah awal untuk merajut prestasi.
·         Bukankah belajar tidak ada batas.
·         Perubahan bergerak secara terus menerus.
Bagaimana dengan guru honorer yang masih bimbang

·   Membantu menfokuskan diri pada pilihan yang diinginkan sehingga dia dapat membentuk dirinya sesuai dengan pilihannya.
·   Belajar apapun mempunyai manfaat sehingga tidak ada kata rugi
·   Memberikan tantangan yang membantu guru honorer tersebut dalam menentukan keputusannya.
Bagaimana dengan guru yang merasa tidak dihargai (tidak ada reward)

·   Memposisikan dia pada keberhasilan yang lain yang dapat memberikan semangat kepadanya untuk lebih berprestasi, memandang masa depan yang gemilang dan melupakan pengalaman pahit masa lalu.
·   Lebih menekankan kepada nilai diri (living values)
·   Belajar memaafkan dan melihat hal-hal yang tidak kita inginkan dari berbagai sudut positif.
Bagaimana dengan guru yang tidak mau berubah (senang menggunakan pola lama)

·   Sering dilibatkan dalam pelatihan
·   Sering diberi peran dalam kegiatan
·   Diberikan tantangan sesuai dengan pembelajaran abad 21
Bagaimana dengan guru yang mempunyai masalah pribadi

·   Memberikan peyadaran tentang pentingnya pemisahan masalah pribadi dan pekerjaan
·   Menjadi teman ”pendengar’ yang baik dan mempunyai perasaan empati

1 komentar: