Jumat, 29 Juni 2012

CONTOH VISI DAN MISI SEKOLAH


VISI

TERWUJUDNYA SISWA SOLEH SOLIHAN, BERPRESTASI, MANDIRI, DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN.

MISI
  1. Memantapkan siswa dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuham Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan sumber daya manusia yang handal, religius  mencakup semua aspek kecerdasan.
  3. Meningkatkan pelayan maksimal pada kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri.
  4. Meningkatan profesionalisme guru untuk menciptakan budaya mutu secara inovatif dan kreatif.
  5. Menerapkan kedisiplinan dalam semua aspek kepada seluruh warga sekolah.
  6. Meningkatkan penerapan sikap dan perilaku yang karakter kepada seluruh warga sekolah
  7. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna melestarikan sekolah sehat
  8. Menjalin kerjasama stakeholder untuk mendapat dukungan terhadap program sekolah
  9. Menciptakan Lingkungan yang nyaman dan menyenangkan sebagai wahana bersosialisasi warga sekolah dengan masyarakat sekitar

Kamis, 28 Juni 2012

TIGA LANGKAH TINGKAT MINAT SISWA DALAM MEMBACA


LANGKAH KE TIGA
Menciptakan perpustakaan kelas sederhana dan melibatkan orang tua untuk membudayakan baca siswa 

Menciptakan perpustakaan kelas
Langkah Kegiatan
  1. Guru menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini akan didiskusikan cara untuk mengelola dan mengembangkan strategi untuk mengatur sumber bahan bacaan di kelas.
  2. Guru menjelaskan bahwa mengelola buku dikelas (library kelas) sangat erat kaitannya dengan masalah inventarisasi, pendataan dan pengaturan.
  3. Guru memberikan contoh kasus untuk dipecahkan
 Kasus 1:
  • Jika sebuah sekolah memiliki hanya satu Kelas 1, satu Kelas 2 dan satu Kelas 3, maka setiap paket buku akan disimpan dimasing-masing kelas.
  • Jika sebuah sekolah memiliki lebih dari satu kelas 1, maka paket buku untuk kelas 1 akan dibagi sesuai jumlah kelas dan di sirkulasikan secara berkala.
  • Perlu di ingat bahwa guru mungkin akan menyimpan beberapa buku untuk kegiatan Grab Bag, dan merahasiakan beberapa cerita untuk sementara waktu.  
  • Guru meminta Siswa bekerja dalam kelompok dan menyiapkan strategi terbaik yang akan diterapkan oleh masing-masing sekolah untuk hal-hal dibawah ini.
           
 Kasus 2:
  • Memiliki lebih tiga Kelas 1 dan tiga Kelas 2. Bagaimana mengatur buku-buku yang ada?
  • Bagaimana mengatur buku di dalam kelas. Apakah disimpan di lemari, dibiarkan di dalam kotak buku atau pajang? Jika buku-buku akan dipajang, berapa buah dan berapa lama? Seberapa sering buku-buku itu akan diganti?
  • Kapankah siswa di izinkan untuk membaca buku? apakah hanya waktu SSR atau setiap saat. Pikirkan kelebihan dan kekurangannya. Mengingat kondisi siswa di sekolah masing-masing.
Catatan:
Beberapa point yang harus di ingat adalah tujuan pengadaan buku di dalam kelas adalah untuk memberikan akses kepada siswa untuk
membaca buku dengan mudah. Tentu saja hal ini banyak tantangannya. Sehingga sangat penting untuk selalu mengacu pada tata tertib penggunaan buku yang telah di bahas di Hari Pertama.
  • Untuk mengulas kembali Tata Tertib yang telah dibangun di Modul 1 pelatihan, Guru memberikan kembali contoh kasus.  
Kasus 3:
  1. Joko adalah siswa kelas 2 yang sangat aktif dan selalu bersemangat untuk membaca. Ketika SSR, tanpa sengaja ia membalik halaman terlalu cepat dan merobek buku. Ia menangis karena diadukan oleh teman-temannya. Apa yang sebaiknya kita lakukan?
  2.  Indah adalah siswa kelas 3 yang sering mengganggu teman-temannya. Suatu ketika ia sedang kerja kelompok bersama teman-temannya dan dengan sengaja menggambar di dalam buku yang ia pegang. Seorang anak mengadukan hal tersebut pada guru. Apa yang sebaiknya kita lakukan
Guru kemudian melanjutkan dengan memperkenalkan cara melakukan pencatatan untuk
o   Peminjaman buku di kelas
o   Buku catatan membaca harian 

b. Melibatkan orang tua untuk menciptakan budaya baca di rumah
            Langkah Kegiatan
  1. Guru menanyakan mengapa kegiatan membaca di rumah perlu dilakukan?
  2. Guru memberikan contoh jurnal membaca di kelas dan memberikan ide kegiatan yang bisa dilakukan siswa dan bersama keluarga di rumah.
  3. Orang tua siswa diminta untu bekerja dalam kelompok untuk membangun kegiatan membaca dirumah. Jadwal kegiatan, jenis-jenis kegiatan yang diminta.
  4. Orang tua siswa diminta untuk membuat buklet jurnal membaca sesuai kegiatan yang diinginkan. Orang tua siswa diberikan waktu 20 menit untuk membangun kegiatan membaca dirumah.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan ini 
  •  Tentukan seberapa sering kegiatan ini akan dilakukan? Seminggu sekali? 2 minggu sekali? Atau seminggu 2x?
  • Tetapkan dan informasikan kepada siswa berapa lama mereka boelh meminjam buku untuk dibawa kerumah? Selama akhir pekan? Selama seminggu paling lama?
  • Putuskan juga apakah guru akan meminjamkan siswa buku ketika liburan sekolah tiba? (tidak pada liburan kenaikan kelas karena guru yang berganti)
  • Tentukan kegiatan apa saja yang guru ingin siswa lakukan. Ciptakan buklet jurnal yang sesuai.
  • Informasikan kepada orang tua tentang kegiatan ini. Tulislah surat atau undang orang tua kesekolah untuk sosialisasi.
  • Bimbing siswa untuk memilih buku yang tepat sesuai kemampuan baca mereka.
  • Luangkan waktu untuk bertanya ke siswa tentang pengalaman mereka membaca mereka dirumah. Kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk terus memantau dan memotivasi siswa untuk semakin rajin membaca buku.
  • Guru memberikan handout ‘Reading Adventure’ (Petualangan Membaca).
Orang tua siswa diminta untuk membaca  petualangan membaca dan bekerja dalam grup untuk membahas apakah kegiatan ini mungkin untuk dilakukan? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan Program Membaca di Kelas
Program membaca di kelas dirancang dan disesuaikan dengan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Aktiftas yang dilakukan merangsang siswa berfikir tingkat tinggi. Alat peraga yang digunakan sederhana, mudah didapat dan dekat dengan lingkungan anak.

Hasil yang dicapai
Jika program membaca di kelas bisa dilakukan guru secara rutin, manfaat yang dapat diperoleh adalah; a) Kreatifitas guru dalam mengembangkan pembelajaran meningkat dan berkualitas ;  b) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa,  c) Sumber belajar yang berupa buku bacaan tersedia di kelas.

Selasa, 26 Juni 2012

TIGA LANGKAH TINGKATKAN MINAT SISWA DALAMMEMBACA


A.        LANGKAH 2
        Mengintegrasikan Program Membaca Kegiatan Pembelajaran 

        a.  Membaca Hening Berkesinambungan ( Sustained Silent Reading ) 
Guru menuliskan di flipchart bahwa Siswa harus mengambil sebuah buku atau bahan bacaan lain yang telah disediakan di meja dan membaca dengan hening selama 10 menit.
  •  Seluruh siswa juga akan melakukan hal yang sama.
  •  Guru dalam menggunakan tepukan tangan sebagai tanda berakhirnya 10 menit.
  • Guru menjelaskan bahwa kegiatan yang baru saja dilakukan adalah SSR (Sustained Silent Reading) – Membaca dengan Hening Berkesinambungan.
  • Guru akan menjelaskan bahwa SSR adalah salah satu teknik yang sering dipakai untuk menciptakan lingkungan membaca di dalam kelas. Di saat SSR, siswa dan guru akan menggunakan waktu untuk bersama-sama membaca secara teratur.
  • Guru menjelaskan bahwa berada dalam sebuah kelompok yang besar yang melakukan aktivitas yang sama – membaca, mampu meningkatkan motivasi untuk membaca.
  • Guru kemudian memberikan penjelasan tentang cara pelaksanaan SSR yang mencakupi hal-hal dibawah ini;
  • Pelaksanaan SSR akan dilakukan secara rutin.
  • SSR bisa dilakukan setiap hari, seminggu sekali ataupun beberapa hari dalam seminggu.
  • SSR dilakukan pada waktu yang sama disetiap pelaksanaannya, misalnya setelah waktu istirahat selama 10 menit.
  • Selama pelaksanaan SSR, guru atau pengajar harus ikut serta membaca.
  • Bahan bacaan harus dipersiapkan sebelum SSR.
  • Bahan bacaan tidak hanya berupa buku, namun juga bisa berupa koran, majalah, resep masakan, brosur, dll.
  • Gunakan penanda waktu untuk memulai dan mengakhiri. Ketika waktu telah berakhir, guru atau pengajar  bisa menambahkan, “Ayo lanjutkan beberapa menit lagi untuk sampai ke titik akhir yang tepat”.
  • Setelah SSR selesai, sediakan waktu 3 menit untuk meminta 1 siswa (dipilih secara acak/ dijadwalkan setiap SSR) untuk menceritakan isi buku yang telah mereka baca.
  • SSR bisa lakukan setiap hari, seminggu 3 x (Senin, Rabu, Jumat) atau seminggu 2 x (Selasa – Kamis)
Guru juga akan menambahkan beberapa tips pelaksanaan SSR dengan siswa/i yang masih kurang lancar membaca. yaitu:
  • Pembaca pemula (siswa kelas 1) atau siswa-siswa yang masih belum lancar membaca diperkenankan untuk membaca dengan berbisik (bersuara pelan) atau ‘membaca dengan kawan’ yang lebih mahir membaca.
  • Buddy Reading’ (Membaca Dengan Kawan) adalah kegiatan membaca 2 siswa yang memiliki kemampuan membaca yang berbeda. Siswa yang lancar membaca akan membimbing siswa yang masih kurang lancar membaca. Siswa yang kurang lancar membaca akan memilih bahan bacaan dan siswa yang lancar membaca akan memimpin kegiatan membaca. Mereka diperkenankan untuk membaca dengan pelan/ berbisik.
  • Membaca dengan kawan juga bisa dijadikan aktivitas lintas kelas. Yaitu siswa kelas 3/ kelas 2 akan mengunjungi kelas 1 untuk kegiatan membaca bersama.
  • Guru kemudian menjelaskan kepada para Siswa bahwa akan dilaksanakan SSR setiap hari selama pelatihan setelah makan siang selama 10 menit. Siswa diharuskan untuk datang tepat waktu ke tempat pelatihan dan siap dengan bahan bacaan di tangan. Bahan-bahan bacaan bisa diambil ditempat yang telah disediakan. Guru akan menggunakan tepukan tangan untuk menandakan dimulai/berakhirnya SSR. 
b. Piramida Pembelajaran
Langkah Kegiatan :
  • Guru meminta Siswa untuk menutup semua buku dan meletakkan alat tulis mereka.
  • Guru membacakan sebuah paragraph dan meminta Siswa untuk mendengarkan dengan cermat.
  • Guru membacakan paragraph dengan pengucapan yang baik namun cukup cepat. Tanpa pengulangan.
  • Guru memberikan 3 buah pertanyaan di flipchart dan meminta Siswa untuk menjawabnya di buku catatan masing-masing selama 3 menit.
  • Kegiatan harus dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang cukup sulit sehingga tidak cukup mudah bagi Siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tepat waktu.
  • Guru kemudian memberikan piramida pembelajaran dan meminta Siswa untuk bekerja dalam kelompok beranggotakan + 5 orang.
  • Setiap kelompok diminta untuk membahas dimanakah letak kegiatan yang baru saja dilakukan di dalam Piramida Pembelajaran.
  • Setiap kelompok akan melaporkan hasil diskusi mereka ke depan pleno.
c. Kegiatan Proyek kelompok
Langkah Kegiatan :
  • Guru akan meminta Siswa bekerja dalam grup beranggotakan + 5 orang.
  • Guru menginformasikan bahwa setiap kelompok akan melakukan sebuah aktivitas menggunakan bahan-bahan bacaan dengan menerapkan Bloom’s Taxonomy dalam pelaksanaannya.
  • Guru menjelaskan tugas bahwa Siswa diminta membuat sebuah diorama ‘ekosistem’. Siswa dapat memilih ekosistem yang mereka inginkan yaitu, ‘Ekosistem Pinggir Pantai’ menggunakan buku Di Lautan atau ‘Ekosistem di Pohon’ menggunakan buku Rumah Hewan.
  • Untuk memulai membuat diorama ekosistem, Siswa harus membaca buku yang disediakan.
  • Guru kemudian memberikan lembar kerangka perencanaan Bloom’s Taxonomy untuk menuntun Siswa membuat, menggali informasi dan menghasilkan sebuah ekosistem. Siswa akan menuliskan kegiatan dari setiap tingkatan berfikir pada lembar kerangka dan menerapkan kerangka tersebut untuk menghasilkan sebuah ekosistem.
  • Siswa akan menggunakan seluruh alat-alat yang disediakan untuk membuat diorama ekosistem.

Presentasi Proyek   
  • Setelah masing-masing kelompok menyelesaikan diorama ekosistemnya, Guru akan memberikan waktu untuk setiap kelompok mempresentasikan diorama ekosistemnya.
Kesimpulan
  • Di akhir sesi, Guru memberikan kembali mengacu pada lembar Piramida Pembelajaran (Learning Cone) kepada masing-masing Siswa.
  • Guru menjelaskan bahwa melalui piramida pembelajaran kita dapat mengetahui seberapa banyak pengaruh keterlibatan terhadap kemampuan daya ingat. Siswa mencari hubungan dari Bloom’s Taxonomy, pembelajaran aktif dan kemampuan daya ingat.
  • Guru akan mengajak Siswa untuk merefleksikan setiap kegiatan tertulis pada piramida pembelajaran terhadap apa yang telah telah mereka lakukan.
  • Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada piramida pembelajaran,
o   “Apakah anda membaca?”
o   “Apakah anda mendengarkan?”
o   “Apakah anda menyaksikan gambar-gambar?”
o   “Apakah anda berbicara di muka umum?
o   “Dalam Learning Cone ini, Dimanakah kita berada?”

d.  Permainan Tas Ajaib ( Grab Bag )
Langkah Kegiatan
  • Guru menyiapkan Grab Bag sebanyak jumlah kelompok yang ada sebelum kegiatan akan dilakukan.
  • Guru merahasiakan judul buku. Buku yang dipakai sebaiknya adalah buku yang belum pernah dibaca oleh para Siswa.
  • Guru kemudian memberikan 1 Grab Bag kepada setiap kelompok.
  • Guru meminta setiap kelompok untuk mengeluarkan isi Grab Bag dan meletakkannya di atas meja aga bisa dilihat bersama.
  • Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerja sama memprediksi jalan cerita dan menebak judulnya dengan melihat benda-benda dalam Grab Bag dalam waktu 20 menit.
  • Siswa diminta menuliskan prediksinya di buku catatan atau di selembar kertas. 
  • Guru kemudian meminta seorang perwakilan dari masing-masing kelompok untuk maju kedepan membacakan prediksinya dan tebakan judul.
  • Setelah semua kelompok membacakan prediksi cerita dan judul tebakannya, Guru memperlihatkan buku yang sebenarnya. Dan membacakan cerita dalam buku itu kepada semua Siswa.
  • Guru memberikan pekerjaan rumah kepada pada Siswa untuk membuat Grab Bag dari buku-buku yang ada. Grab Bag yang dibuat akan keesokan harinya ditukar dengan kelompok lain untuk ditebak jalan ceritanya.
  • Siswa akan kembali mengisi catatan peminjaman buku untuk membawa buku-buku itu pulang. 
e.  Bercerita
1.       Membacakan Cerita
        Langkah Kegiatan
  • Siswa dikumpulkan untuk duduk di karpet atau dikursi dengan jarak yang berdekatan sehingga semua Siswa dapat memperhatikan dengan baik buku yang sedang dibacakan.
  • Guru memilih buku yang akan dibacakan.
  • Guru kemudian membacakan cerita ‘Jangan Bilang Siapa-siapa’ atau judul lain sesuai pilihan.
  • Guru kemudian menjelaskan tujuan dari membacakan cerita ini.
  • Guru kemudian menjelaskan cara membacakan cerita kepada para Siswa.
    • Tempatkan diri anda nyaman, baik duduk atau berdiri.
    • Pandang sekeliling anda, tersenyum dan tatap dengan ramah.
    • Tunjukkan buku kepada para penyimak. Katakan pada penyimak (penonton) bahwa ini adalah buku yang akan dibacakan. Pembaca cerita bisa juga memberikan Book Talk.
    • Baca judul buku dengan jelas. Sebutkan pengarang dan ilustrator tersebut.
    • Bahas pula tentang gambar-gambar yang terlihat di sampul buku. Berikan kesempatan kepada penyimak untuk membicarakan tentang sampul buku. Ajukan pertanyaan pemancing yang berhubungan dengan judul.
      • “Menurut kalian, apakah yang terjadi dalam cerita ini?
      • “Mengapa tokoh dibuku terlihat sedih?” 
o   Hubungkan gambar yang terlihat dengan memprediksikan apa yang kira-kira terjadi di dalam cerita.
o   Buka halaman buku perlahan. Sebisa mungkin berhenti sejenak di setiap halaman-halaman pembuka untuk membahas gambar yang ada sebelum menuju ke inti cerita.
o   Buka setiap halaman dengan perlahan. Hal ini secara langsung akan memberikan contoh kepada para penyimak tentang cara yang baik menggunakan buku.
o   Tekankan dengan baik keadaan atau latar belakang (waktu, cuaca, tempat) dari is cerita.
o   Baca cerita dengan intonasi, memberikan ekspresi wajah yang sesuai dengan karakter tokoh atau dengan situasi yang ada, misalnya udara dingin, panas, malu, marah, dll.
o   Bicara pelan dengan suara tegas dan jelas. Kecepatan suara, tinggi rendah intonasi dapat diubah-ubah sesuai dengan isi cerita.
o Gunakan gerakan tangan dan badan untuk menjelaskan bentuk objek (lingkarang, kotak), pemandangan (gunung, lembah, sungai), gerakan (berjalan, meloncat) atau perasaan yang ada di cerita (sedih, gembira) untuk membuat cerita semakin hidup.
o    Gunakan juga suara-suara untuk menjelaskan keadaan, misal; petir, angin, hujan, ledakan. Pembaca cerita juga bisa meminta penyimak untuk membantu memberikan suara-suara.
o   Berhenti sejenak diantara beberapa kalimat untuk menciptakan suasana tegang, dramatis, atau ketenangan.
o       Usahakan untuk tetap menjaga pandangan mata kepada para penyimak.
o   Ajak penyimak untuk berinteraksi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan (menurut kalian, mengapa si raksasa melempar-lempar barangnya?, dll). Petanyaan-pertanyaan ini juga akan membantu penyimak memiliki pemahaman yang lebih terhadap cerita yang dibacakan.
2.        
        Membuat Cerita
        Langkah Kegiatan
  • Guru membagi Siswa kedalam kelompok beranggotakan + 5 orang.
  • Guru mengajak Siswa untuk mengingat cerita yang telah dibacakan.
  • Pilihan 1: Guru meminta tiap kelompok membuat ringkasan cerita tersebut selama 10 menit. Atau,
  • Pilihan 2: Guru meminta salah seorang untuk menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri, kemudian Guru memberikan masing-masing kelompok handout cerita yang telah diketik.
  • Berikan tiap kelompok waktu 10 menit.
  • Guru memberitahukan bahwa kegiatan selanjutnya adalah membuat cerita.
  • Menggunakan ringkasan cerita atau handout yang telah diketik, Guru memperkenalkan salah satu cara untuk membuat cerita baru berdasarkan kisah tersebut dengan mengganti ‘Subyek dan Obyek’ atau ganti ‘Predikat’.
  • Menggunakan ringkasan cerita, Guru meminta setiap kelompok untuk menandai setiap subyek dan obyek dalam cerita kemudian menggantinya dengan kata-kata baru, atau menandai predikat dalam cerita kemudian menggantinya dengan kata-kata baru.
  • Setiap kelompok bekerja sama mencari kata-kata sebaik mungkin agar jalan ceritanya menjadi masuk akal.
  • Setelah selesai, setiap kelompok akan menyalin cerita tersebut ke dalam kertas A4 dan membuatnya kedalam bentuk buku.
  • Anggota kelompok kemudian menyalin cerita, menggambar dan menghias buku mereka agar menjadi buku cerita baru.
  • Setiap kelompok kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan/ membacakan buku yang telah mereka buat menggunakan tips-tips membacakan cerita yang telah diberikan di sesi sebelumnya.
  • Setiap kelompok mengirimkan perwakilannya untuk membacakan cerita kelompoknya masing-masing.
  • Guru menyimpulkan bahwa kegiatan ini dapat dipakai oleh pengajar untuk mengajarkan cara penggunaan struktur kalimat (Subyek, Predikat dan Obyek) kepada murid-muridnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris. 
3.       Piramida Cerita:
Langkah Kegiatan                            
  • Dari cerita yang telah masing-masing dibuat oleh kelompok, Guru kemudian memperlihatkan Piramida Cerita dari kisah yang telah dibacakan sebelumnya.
  • Guru menjelaskan bahwa setiap cerita tentu saja memiliki bagian permulaan, pertengahan dan akhiran.
  • Guru menerangkan bahwa tujuan dari membuat Piramida Cerita adalah untuk mengindentifikasi 3 bagian dari sebuah cerita, yaitu permulaan, pertengahan dan akhir cerita.
  • Guru akan meminta setiap kelompok untuk menganalisa cerita yang telah dibuat masing-masing dan menentukan permulaan, pertengahan dan akhir dari cerita tersebut.
  • Kemudian setiap kelompok diminta membuat piramida cerita.
  • Guru akan memberikan handout dari Piramida Cerita.
  • Setelah selesai, masing-masing kelompok bisa memajang cerita atau mempresentasikannya kepada kelompok lain.

TIGA LANGKAH TINGKATKAN MINAT ANAK DALAM MEMBACA


      LANGKAH 1
      Mengenal & Merawat Buku
  1. Mengenalkan buku Siswa diajak mendiskusikan tentang prosedur perawatan buku. Kegiatan awal yang bisa melibatkan siswa ketika sekolah menerima atau membeli buku adalah :  
  •  Inventarisasi wajib dilakukan setiap bulan agar buku-buku selalu dapat dipantau sirkulasi dan penggunaannya. 
  • Buku-buku wajib untuk disampul menggunakan sampul plastic.
  • Setiap warga sekolah terutama Kepala Sekolah wajib untuk menjaga atau merawat dengan baik penggunaan buku-buku tersebut
Lomba menyampul buku
  • Guru  akan meminta siswa untuk bekerja dalam group beranggotakan +5 orang.
  • Guru  memberikan masing-masing kelompok 1 gulung sampul plastik dan 2 buah buku, yaitu: 1 buah buku berukuran kecil  dan 1 buah buku berukuran besar.
  • Guru  memberikan waktu 10 menit. Kelompok yang bisa menyelesaikannya paling cepat dengan hasil yang rapih adalah pemenangnya.
Membangun Tata Tertib:
  • Guru  akan membimbing siswa untuk membangun bersama tata tertib penggunaan buku.
  • Siswa akan kembali diminta untuk bekerja dalam kelompok beranggotakan + 5 orang.
  • Guru menanyakan kepada para Siswa sebuah pertanyaan. “Bagaimana sebaiknya kita merawat buku? Mengapa?” atau “Jika anda adalah sebuah buku, bagaimana anda ingin orang lain memperlakukan anda?”
  • Guru akan memberikan masing-masing kelompok 3 buah Kartu Ide. Dan setiap kelompok akan menuliskan idenya ke dalam kartu-kartu tersebut.
  • Kartu-kartu ide tersebut akan kemudian ditempel di dinding untuk dibaca bersama.
  • Guru mengelompokkan ide-ide terbanyak dan akan menuliskannya di kertas flipchart. Kesimpulan yang telah dibuat akan disepakati bersama ketika menggunakan buku-buku selama pelatihan.
Catatan:
-      Sebaiknya menghindari kata-kata ‘tidak’, ‘jangan’ ketika membangun tata-tertib. Sebaiknya menggunakan kata-kata positif dalam membangun tata-tertib bersama karena secara tidak langsung, akan terbangun pula budaya berfikir positif yang sangat penting.
-       Kegiatan yang sama dapat juga diilakukan oleh guru di kelas bersama siswa-siswanya untuk membuat tata tertib penggunaan buku. Dengan melakukan bersama-sama dan menggunakan ide bersama, maka diharapkan setiap siswa akan pula memiliki rasa tanggung jawab terhadap tata tertib yang telah disepakati bersama pula. Selain itu, rasa memiliki terhadap buku-buku tersebut juga akan tumbuh.

Memecahkan Masalah
  • Setelah tata tertib selesai dibuat, Guru akan kembali memberi pertanyaan kepada Siswa. “apa yang harus kita dilakukan jika tata tertib ini dilanggar? Jika buku secara tidak sengaja dirusak?”
  • Guru akan kembali meminta Siswa melakukan hal yaitu bekerja dalam kelompok dan menuliskan ide-ide mereka ke dalam Kartu Ide.
  • Guru akan memberikan masing-masing kelompok 2 buah Kartu Ide.
  • Siswa kembali akan melakukan kegiatan yang sama seperti membuat tata tertib.
  • Guru akan menuliskan kesimpulan di kertas flipchart dan akan disepakati bersama selama pelatihan.
 Berburu Harta Karun
  • Permainan dimulai dengan membagi Siswa ke dalam grup beranggotakan + 5 orang.
  • Setiap kelompok kemudian akan diberikan beberapa buku di meja masing-masing. Para Siswa tidak diperkenankan untuk membuka buku-buku tersebut sebelum permainan dimulai.
  • Guru kemudian akan memberikan petunjuk untuk berburu harta karun yaitu daftar kata kepada masing-masing kelompok dan permainanpun dimulai.
  • Para Siswa diminta untuk mencari ‘harta karun’ yaitu judul buku yang tepat sesuai dengan kata-kata yang ada dalam daftar kata yang diberikan dalam waktu 5 menit.
  • Kelompok yang mampu menemukan buku tercepat adalah pemenangnya.
  • Guru bisa memberikan daftar kata kedua dan Siswa akan kembali mencari harta karun selanjutnya.
  • Jika masih ada waktu tersisa, setiap kelompok bisa diminta untuk membuat petunjuk (daftar kata) yang kemudian akan diberikan ke kelompok lain agar ditebak.
  • Guru memberikan waktu 5 menit kepada para Siswa untuk mengenali, membaca dan melihat buku-buku yang ada.
 Survey Membaca
        Guru akan memulai dengan memberikan sebuah Survey Membaca kepada para Siswa.
  • Lembar survey ini tidak untuk dievaluasi, sehingga para Siswa tidak perlu menuliskan nama.
  • Setelah selesai, Siswa diminta untuk mengumpulkan lembaran survey kepada Guru.
  • Dari survey tersebut, Guru akan mengemukakan pertanyaan kepada para Siswa, yaitu;
      • “Apakah anda suka membaca?”
      • “Apakah anak-anak/murid-murid kita suka membaca?”
      • “Seberapa pentingkah membaca bagi kita? Orang dewasa ataupun anak-anak?”
Catatan: pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan refleksi yang tidak perlu dijawab secara langsung namun akan dijawab setelah melakukan kegiatan berikutnya.

 Partner Reading (Membaca Berpasangan ):
  • Guru meminta Siswa untuk berpasangan.
  • Guru memberikan artikel berbeda kepada masing-masing orang dalam setiap pasangan.
  • Guru memberikan waktu 10 menit kepada para Siswa untuk membaca artikel mereka.
  • Setelah selesai, setiap Siswa harus berbagi kepada pasangannya tentang isi artikel yang baru saja dibaca.
  • Setelah pasangan tersebut menyatukan ide dan pemahaman terhadap buku, pasangan tersebut akan menemui pasangan lain dan berbagi ide-ide lain. 2 atau 3 pasangan bisa dipertemukan untuk mendiskusikan temuan-temuan dari artikel. 
  • Ide atau temuan dari bacaan kemudian akan ditulis di kertas flipchart dan dibacakan ke pleno.
  • Dari kegiatan ini perlu ditekankan kepada Siswa bahwa dengan membaca 10 menit dan saling bertukar atau berbagi informasi, wawasan kita dapat diperluas.
  •  Ajak Siswa untuk membayangkan apa yang bisa didapatkan jika kegiatan membaca 10 menit dilakukan selama 30 hari. Apa yang akan didapatkan dari setiap Siswa.
  • Guru memberikan tips salah satu cara untuk mulai menumbuhkan minat baca anak-anak adalah dengan berusaha memberikan topik-topik bacaan yang mungkin disukai anak-anak untuk dibaca atau memberikan beragam pilihan buku bacaan untuk dibaca.
  Apa Kata Buku (Book Talk)
Salah satu kegiatan yang mampu ‘mempromosikan’ dan memperkenalkan buku-buku baru (belum pernah dibaca) adalah dengan melakukan Book Talk.
  •  Guru memberikan contoh beberapa Book Talk;
  • “Saya suka dongeng binatang. Saya mau mencari tahu apa yang terjadi dengan Kura-kura dan Kelinci di buku ini.” 
  • “Saya penasaran tentang siapakah tokoh yang tidak tidak mau mandi dalam cerita ini. Saya mau mencari tahu tentang ini.”
  • “Saya mau membaca buku ini karena saya mau tahu tentang buku Si Penjalar karangan Felicia Law ini.”
  • Guru memberikan Book Talk Grid yang bisa dipakai untuk membuat Book Talk.
Guru akan menjelaskan bahwa untuk membuat Book Talk, bisa digunakan sebagai panduan adalah hal-hal berikut;
  • o  Judul buku dan pengarang
  • o  Kategori buku (bertema IPA, IPS, Pendidikan Moral Karakter atau Legenda dan dongeng binatang)
  • o  Tokoh dan Usia
  • o  Gagasan utama dan isu penting
  • o  Latar belakang (waktu dan tempat)
  • o  Hal menarik yang penting untuk dibagi/diceritakan
Guru akan menjelaskan bahwa book talk bisa dilakukan oleh guru untuk memperkenalkan sebuah buku kepada siswanya atau dilakukan siswa sendiri untuk memperkenalkan buku kepada teman-temannya.
  •  Guru akan memberikan kesempatan kepada para Siswa untuk membuat ‘Book Talk’.
  • Siswa akan bekerja dalam kelompok beranggotakan + 5 orang.
  • Setiap anggota akan diminta membaca sebuah buku kemudian membuat book talk menggunakan grid yang diberikan.
  • Setelah setiap anggota kelompok selesai, masing-masing anggota akan membacakan Book Talk-nya kepada anggota lain.
  • Siswa yang mendengarkan akan memeriksa apakah book talk yang sedang di sampaikan telah memenuhi salah satu unsur yang terdapat di book talk grid dengan mencocokkannya.
  • Setiap kelompok akan menentukan siapa anggotanya yang telah membuat Book Talk paling menarik. Book Talk yang paling menarik akan ditulis di Kartu Ide dan dipajang di dinding untuk dibaca bersama.
Pekerjaan Rumah
  • Untuk kegiatan dirumah, Guru akan meminta para Siswa untuk memilih sebuah buku pulang dan membuat Book Talk.
  • Guru menjelaskan bahwa untuk membawa pulang buku, para Siswa wajib untuk mengisi class book log (catatan peminjaman buku kelas).